Memori yang Terpatri
September 24, 2020Hari dimana kehilangan orang yang kita sayangi untuk selama-lamanya, menjadi momentum yang akan terus kita ingat. Tak ada lagi sapa, canda, tawa, yang ada hanya kerinduan yang tak dapat tersampaikan.
Statusku sebagai anak perempuan sulung, sangat mendambakan
kehadiran sosok kakak laki-laki yang bisa menemani dan menjagaku. Beruntung aku
dikaruniai kakak sepupu laki-laki yang sangat menyayangiku. Mungkin
bagi sebagian orang ikatan saudara sepupu hanya sebatas anak dari kakak atau
adik dari ibu atau ayah. Tapi tidak denganku, aku sangat menyayanginya
selayaknya saudara serahim.
Mas Aip, begitu sapaanku kepadanya. Berkulit sawo matang
dengan mata sendu dan gigi kelinci menghiasi wajah tembamnya. Motor vespa tua
berwarna merah, sweater gombrong, dan
inhaler (alat bantu napas) selalu menjadi andalannya, mas aip mengidap penyakit
asma sejak usianya masih belia. Ramah dan santun menggambarkan sosok
kepribadiannya. Senyuman dan sapaan hangatnya selalu terlontar setiap kali ia
berpapasan dengan sesama.
Terpaut usia 11 tahun tak membuat kami menjadi canggung antar
satu sama lain. Ia adalah seorang anak SMA tingkat akhir. Makan adalah
hal yang sangat kami sukai. Pernah suatu hari kami bertengkar hanya karena memperebutkan
sepotong daging rendang.
Aku ingat, selepas pulang sekolah, ia selalu menyambangi rumahku untuk mengajakku membeli bakso di salah satu kedai dekat rumahnya. Dengan vespa merah kesayangannya, aku diajak berkeliling kemudian kami berhenti di supermarket untuk membeli es krim.
Kepergiannya
Siang hari dibulan Juni 2006, ia menghembuskan nafas terakhir karena penyakit asma yang diidapnya. Bendera kuning berkibar seiring terpaan angin, bersautan dengan isak tangis orang-orang yang menyayanginya. Aku berada di sampingnya, hanya bisa memandang wajat pucat pasi dengan kain putih melilit di sekujur tubuhnya. Dingin, saat ku cium lembut dahinya. Bibirnya menyunggingkan senyuman indah untuk terakhir kalinya, seolah-olah ia berpesan, jangan bersedih mas pergi dulu nanti kita bertemu lagi.
Tangisanku tak dapat ku bendung lagi, bertanya-tanya mengapa ia
tertidur pulas dan wajahnya ditutup kain. Saat tubuhnya dimasukkan ke dalam
keranda, aku hanya bisa termenung diam dan mengikuti langkah orang-orang menuju
tempat peristirahatan terakhirnya. Lantunan doa-doa mengiringinya masuk ke
tempat peristirahatan abadinya, ku taburkan bunga tanda melepas kepergiannya.
Mungkin kenangan itu yang terpatri dan tak pernah hilang dari
ingatanku. Berbahagialah di sana, aku ikhlas melepasnya kembali ke pelukan sang
Maha Kuasa, doaku untuknya selalu terucap disetiap ku mengadahkan tangan, walau
kesedihanku setiap mengingatnya tak akan pernah mereda.
Terimakasih sudah mengajarkanku untuk selalu menebar kebaikan
dimanapun dan kepada siapapun. Bersiap-siap, ya hanya itu yang bisa dilakukan,
karena tidak akan pernah tau kapan, dimana, saat sedang apa, yang Maha Kuasa
bisa dengan leluasa mengambil nyawa hambanya.


42 Comments
mata berkaca-kaca bacanya
BalasHapusceritanya menyentuh banget
BalasHapusaduuu sung banjirr mataa:(
BalasHapusSedih baca ceritanya:(
BalasHapusSedih bgttt :( Semoga tenang yaa mas aip di surga, semoga nanti dipertemukan lagi yaa al.
BalasHapusSedih ih ngena bngt ceritanya
BalasHapusJadi ikut mellow
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussediiih:''(
BalasHapushuaa sedihh:((
BalasHapussedihh jadinya:(
BalasHapusSedih, jadi terharu yg mudah baper.
BalasHapusSo sad :(
BalasHapusAhh sedih🥺🥺
BalasHapusjujur sedih sih bacanya
BalasHapusTerharu banget,mau nangis
BalasHapusTerharu bgt bacanya :(
BalasHapusnangisss ihh bacanya 😭
BalasHapusIkut terharu bacanya, keren!!
BalasHapusTulisan ini mengandung bawang
BalasHapuskebawa suasana, sedihnya kerasa :(
BalasHapus:"((
BalasHapusTerharu :(
BalasHapussedihh:(
BalasHapussedihhh bacanyaaa
BalasHapusngena banget ceritanya:(
BalasHapus♡♡♡♡
BalasHapusterharu banget
BalasHapuskeren bgt
BalasHapusKeren jadi kaya ikut dalam cerita nya ikutan sedih juga jadi nya huhuhu:(
BalasHapusTulisannya sangat nyata dan menyentuh
BalasHapusSediih :(
BalasHapusJadi sedih bacanyaa ;((
BalasHapusAaaaaaa sedih banget bacanya 😭
BalasHapusJadi teringat dengan kakak.. tulisannya bagus, emosinya dapat dirasakan pembaca..
BalasHapusmenyentuh banget ceritanya jujur
BalasHapussedih banget bacanya 😭
BalasHapusMenyentuh banget, jadi ikut kebawa sedihnya
BalasHapusUwwwwwuwwww bacanya
BalasHapusMenyentuh sekali tulisannya!
BalasHapustulisannya menyentuh banget, semoga ditempatkan di tempat terbaik disisi-Nya
BalasHapusSemoga alm. tenang ya! Semangat kamu!
BalasHapus